BOSS CE-3 Chorus

Pedal CE-3 Analog Chorus ini cukup simple dibandingkan seri barunya. Pedal ini adalah perpaduan fitur versi produk sebelumnya yang legendaris yaitu Boss CE-1 Chorus Ensemble dan Boss CE-2. Tapi apakah pedal vintage ini memiliki sound yang spesial?

Pedal ini milik seorang kawan yang ingin dibenahi sirkuitnya oleh saya. Rada ngeri juga karena dilihat dari dekoder nomor serial pedal Boss ini produksi Jepang pada Agustus 1987! Jadi tidak ada salahnya saya menulis sedikit review dari pedal antik ini.

TECH TALK

Konsep yang umum digunakan pedal chorus adalah sinyal input yang di split menjadi dua, kemudian salah satu sinyal (wet) yang di detune atau di modulasi oleh Low Frequency Oscillator (LFO), dan digabung kembali dengan sinyal yang asli (dry) di output.

Jika Anda ingin bereksperimen bisa juga pakai gitar 6-string yang di tuning pada nada yang sama tiap senarnya, misalnya di DDDDDD saja bukan EADGBE. Lalu mainkan dengan menekan beberapa atau semua senar di fret yang sama. Hasilnya akan terdengar seperti kumpulan nada yang sama, namun karena ketebalan dan tegangan senar yang berbeda mengakibatkan gelombang yang tidak identik.

Atau contoh lainnya seperti mendengarkan paduan suara, meski bernyanyi di nada yang sama tapi terdengar beda karena karakter vokal masing-masing penyanyi mulai dari alto, sopran, tenor, dll. Gitar 12-string juga mempunyai konsep yang serupa.

Tiga fungsi knob yang terdapat di Boss CE-3:

  • Rate: mengatur kecepatan gelombang LFO. Putar maksimum untuk mendapat simulasi nanggung dari Leslie Speaker atau pedal vibe lainnya dan putar minimum akan menghasilkan efek yang subtle.
  • Depth: mengatur tinggi gelombang LFO. Lebih mirip fungsi dry/wet. Ketika knob tersebut diputar minimum, tinggi gelombang LFO pun kecil sekali sehingga hampir tidak termodulasi dan mirip dengan sinyal aslinya.
  • Stereo Mode: mengeluarkan dua output yang terpisah (wet & dry). Ini akan menghasilkan chorus-effect yang megah jika digunakan pada 2 ampli yang berbeda dan dipanning ke arah yang berlawanan (Left/Right).
Pedal Boss antik buatan Jepang umumnya masih menggunakan adaptor ACA 12V/9V dan batere 9V. Tapi ada trik khusus supaya dapat digunakan dengan adaptor PSA 9V yang umum pada saat ini karena adapator ACA sudah tidak diproduksi lagi oleh Boss.

LET’S TONE IT UP

Sayangnya saya belum cukup beruntung untuk studi banding pedal CE-3 dengan versi sebelumnya (Boss CE-1 dan CE-2). Saat saya coba CE-3 ini karakternya terkesan seperti ‘metallic’ yang glossy dan modern meski ini adalah pedal analog.

Menurut beberapa sejawat DIY, memang ada sedikit perbedaan range dan filtering dengan CE-2. Ada juga langkah-langkah untuk modifikasinya, tapi karena pedal ini bukan milik saya jadi tak akan saya sentuh area tersebut tanpa izin.

Tidak banyak juga sound yang bisa diulik. Alternatif lain, Anda bisa mencoba produk Electroharmonix Small Clone dan Maxon CS-9.

CE-3 adalah satu-satunya compact pedal Boss yang mempunyai 3 knob dengan konfigurasi sejajar. Beda dengan SD-1, DS-1, BD-2, etc. dengan konfigurasi V. Sayangnya karena sejajar ini, posisi lampu LED-nya jadi terhalang dan sulit dilihat.

SOUND SAMPLE

Seperti yang sempat saya singgung di awal tulisan ini, pedal ini datang ke saya dalam kondisi yang cukup mengenaskan. Selain wiring yang jorok, knob Depth dan Output B juga tidak berfungsi semestinya, sepertinya ada yang sempat membongkar pedal ini sebelumnya.

Hingga tulisan ini dibuat saya belum berhasil menemukan sumber kerusakan dari Output B. Maka dengan sangat menyesal sound sample ini hanya dalam fitur mono saja.

Recommended articles for you

Add a comment




Archived old comments. Please use the new comment form.