Buffer Brigade Experiment

Saya melakukan eksperimen dengan sirkuit buffer yang ditanam ke dalam gitar. Sirkuit buffer diklaim dapat ‘mendorong’ sinyal meski kita memakai kabel yang panjang tanpa ada degradasi kualitas sinyal yang signifikan. Apakah buffer dibutuhkan oleh tiap gitaris?

Istilah buffer mungkin tidak asing lagi bagi para musisi yang sering baca artikel tentang instrumen, review efek, atau diskusi masalah teknis. Namun beredar pula sedikit miskonsepsi yang mengatakan bahwa buffer adalah booster, buffer dapat menimbulkan noise dan tone-sucking, bahkan buffer diharamkan dalam pedal stompbox. Itu hanya 50% benar.

Mungkin tanpa disadari buffer selalu ada dalam jalur sinyal anda. Contohnya, buffer selalu ada di input ampli gitar yang anda gunakan.

Sebelum lanjut, saya ingin menambahkan bahwa fungsi teknis dari buffer adalah merubah impedansi dari satu sirkuit ke sirkuit lainnya.

Sirkuit yang memiliki impedansi tinggi akan lebih sulit untuk meneruskan sinyalnya melalui kabel. Ini juga dipengaruhi oleh kapasitansi dari kabel yang digunakan. Makin panjang kabel akan lebih riskan terhadap tone-loss. Frekwensi rendah dan tinggi paling mudah terkikis.

Pickup pasif di gitar memiliki impedansi (nilai hambatan) yang tergolong tinggi dan sebanding dengan besar outputnya. Contohnya pickup pasif seperti Seymour Duncan® Invader dengan DC Resistance 16.8K Ohm (posisi bridge) lebih tinggi outputnya dibandingkan Seymour Duncan® Alnico II Pro hanya memiliki DC Resistance 7.85K Ohm (posisi bridge). Selain perbedaan output, ini juga berarti Invader lebih beresiko terhadap tone-loss ketimbang Alnico II Pro.

Namun skenarionya tidak sesederhana itu. Pickup pasif memiliki karakternya sendiri yang masih disukai oleh banyak gitaris. Nanti akan saya bahas lebih lanjut.

BREATH AND BUFFER

Saya memutuskan untuk mencoba sirkuit buffer tersebut. Saya mengambil skema JFET buffer dari Jack Orman. Tapi layout-nya saya rubah sedikit agar lebih efisien sesuai kebutuhan saya, yaitu menghilangkan input & output pulldown resistor. Alasannya sirkuit ini selalu dalam posisi ON.

Jika anda ingin memakai switch ON/OFF maka pulldown resistor itu diperlukan agar tidak menimbulkan suara ‘pop’ atau ‘jedug’ saat diaktifkan. Posisi komponennya juga saya revisi agar tidak memakan banyak tempat. Saya gunakan stripboard karena lebih praktis ketimbang membuat PCB.

Saya membuat sirkuit ini untuk meneruskan sinyal dari pickup menuju ampli. Buffer juga dapat diletakkan pada posisi awal/tengah/akhir dekat rangkaian efek. Namun hasilnya relatif kompleks. Akan saya bahas sedikit mengenai hal ini di akhir tulisan. Sekarang fokus pada fungsi buffer di gitar tanpa pengaruh efek lain.

BUILDING PROCESS

Komponen yang diperlukan bisa anda dapatkan di Glodok atau pusat toko komponen di kota anda. Kebetulan saya sudah memiliki komponen ini dari sisa hasil proyek DIY stompbox.

Sirkuit ini beroperasi pada tegangan 9 volt. Sayangnya, saya tidak punya battery-clip untuk memasang batere. Saya malas pergi ke toko hanya untuk membeli barang itu. Maka saya gunakan cara lain, yaitu mendaur ulang batere bekas.

Hasil ‘kanibal’ ini cukup sukses karena kualitas clip ini sangat baik dibanding beli clip murahan, sehingga batere tidak mudah lepas. Jadi, jangan buang batere 9 volt bekas anda. Mungkin suatu saat akan berguna.

Inilah hasil setelah saya rakit semua komponen ke dalam stripboard. Bentuk sirkuit ini sedikit berbeda dengan contoh layout di atas, karena saya masih menggunakan layout awal dari Jack Orman. Belum sempat dipadatkan karena saya merakitnya buru-buru.

Karena dimensi sirkuit ini cukup kecil, saya memasukkan sirkuit ini ke gitar Ibanez JetKing II yang memiliki rongga cukup luas. Saya tidak menemukan kesulitan yang berarti.

Tapi jika gitar anda tidak memiliki rongga yang memadai atau anda tidak ingin membuat lubang baru, sirkuit ini bisa anda masukkan ke dalam kotak terpisah. Agar posisinya dekat dengan gitar, kotak tersebut bisa anda kaitkan di tali strap gitar.

Sirkuitnya saya tempel ke body switch yang sudah ada di dalam gitar saya. Saya gunakan double-tape tebal supaya posisinya lebih paten dan menghindari resiko korsleting.

Battery Life

Awalnya saya menghubungkan kabel power (+/-) langsung ke sirkuit tanpa ada saklar ON/OFF, seperti yang terlihat pada foto di atas. Sehingga buffer ini terus menyedot arus batre meski tidak digunakan. Dalam 3 minggu batre tersebut habis sehingga output sangat lemah bahkan tidak keluar suara sama sekali.

Untuk mengatasinya, saya ganti socket konektor gitar saya dengan Neutrik TRS (stereo). Kabel ground dari sirkuit buffer saya hubungkan ke ‘Sleeve’. Dan kabel ground dari clip batre saya hubungkan ke bagian ‘Ring’ dari socket tersebut.

Metode ini berfungsi sebagai saklar ON/OFF dari batre yang menyala saat terhubung dengan jack gitar. Saat tidak memainkan gitar, jack saya lepas dan hubungan (+/-) batre akan terputus. Sehingga umur batre akan lebih awet.

TONE-O-RAMA

Pickup Seymour Duncan® P-Rails yang saya gunakan terdengar lebih jernih dari sebelumnya. Saya memakai senar D’Addario yang sudah terpasang selama 3 minggu, kabel Canare 10 meter, dan jack Neutrik.

Ketika saya putar volume di gitar, sinyal tidak menjadi mendem/butek/muddy. Ini jarang terjadi pada gitar konvensional lainnya. Meski ada modifikasi lain seperti ‘Treble Bleed’, tapi menurut saya metode ini kurang efektif.

Memang ini artinya buffer juga ‘merubah’ karakter pickup yang saya kenal sebelumnya. Tapi sebenarnya buffer memunculkan respon frekwensi murni pickup. Sebab sirkuit JFET buffer ini bekerja pada unity gain dan tidak ada unsur equalizer atau signal boost.

Tapi sebenarnya masih ada beberapa isu dilematis pada sirkuit buffer:

Buffer Types

Selain JFET buffer ini ada bermacam-macam sirkuit buffer lainnya. Sebelum mencoba JFET buffer ini, saya sempat mencoba metode Op-Amp Buffer dari Jack Orman. Namun hasilnya tidak sesuai dengan selera saya.

Saat memainkan gitar dengan volume penuh dan agresif, terdengar distorsi (clipping) yang mengganggu. Distorsi ini seperti suara ‘buzz’ dan tidak terdengar musikal. Op-Amp buffer ini mungkin lebih efektif jika diletakkan setelah rangkaian efek menuju ampli.

Relative Results

Aplikasi buffer sangat relatif pada rangkaian jalur sinyal gitar anda. Skeptisme yang muncul pada pedal efek jenis buffered-bypass seperti Boss®, Ibanez®, etc. itu terjadi saat kita merangkai lebih dari tiga pedal tersebut. Disinyalir degradasi sinyal akan semakin parah. Desain sirkuit pedal dan kualitas komponen yang digunakan juga berpengaruh.

Muncul juga skeptisme terhadap buffer dari para pengguna fuzz pedal, seperti FuzzFace™. Hal ini sudah dijelaskan dalam artikel ini dan artikel itu oleh Jack Orman dan juga Pete Cornish, bahwa buffer tidak selalu berpengaruh buruk terhadap pedal.

Anda harus mencobanya sendiri untuk menemukan kombinasi yang tepat. Tapi mungkin anda dapat membaca artikel ini sebagai referensi umum untuk merangkai efek.

Ignorance is Bliss

Dalam dunia nyata, tidak semua gitaris peduli dengan hal ini. Gitaris legenda seperti Brian May, Jimi Hendrix, Albert King, dll. menggunakan kabel yang sangat panjang tanpa memperdulikan isu degradasi sinyal. Apakah mereka bodoh? Tentu tidak!

Sekelas dewa gitar tentu sangat mengerti tone. Bahkan jutaan gitaris lain mati-matian ingin meniru tone legendaris itu. Meski ada pepatah mengatakan bahwa tone muncul berawal dari jari. Tapi juga dari aspek instrumen yang digunakan.

Ini ada hubungannya dengan bahasan tentang respon pickup pasif yang sempat saya singgung sebelumnya. Bahwa degradasi akibat kapasitansi kabel itu mempengaruhi frekwensi rendah dan tinggi. Frekwensi itu terkikis hingga menyisakan frekwensi midrange yang masih kuat menerjang kapasitansi tersebut.

Secara teori audio, frekwensi midrange lebih mudah ditangkap oleh telinga manusia. Beberapa gitaris memang sengaja memahat respon frekwensi gitarnya seperti demikian. Frekwensi midrange membentuk karakter punchy. Apakah mereka keliru? Tentu tidak!

Tiap gitaris mempunyai selera masing-masing. Teknologi gitar, pickup, efek, ampli, dan alat pendukung lainnya mungkin cocok untuk satu gitaris tapi belum tentu cocok untuk gitaris lainnya.

Bagaimana dengan selera anda?

Recommended articles for you

Add a comment




Archived old comments. Please use the new comment form.