“LEMMY! LEMMY! LEMMY!” diteriakan puluhan ribu penonton mengikuti komando James Hetfield saat menyambut sang legenda ke atas panggung konser Metallica sebelum memainkan lagu “Damage Case” dari Motörhead. Ini adalah footage dari film rockumentary berjudul Lemmy.
Figur dengan setelan biker/cowboy menyandang bass Rickenbacker (tertulis “Rickenbastard” di headstock-nya) dan full-stack ampli Marshall menjadi ikon rock n’ roll yang tak akan pernah mati. Selamanya.
Di sisi lain, istilah rockstar sebenarnya tidak cocok diberikan kepada Lemmy Kilmister. Pencitraan rockstar yang dijejalkan media saat ini menjadi sesuatu yang hampa tanpa jati diri. Di saat para rockstars lain terlalu sibuk dengan gaya hidup glamour dan Twitter, justru Lemmy masih membuat album Motörhead ke-20 dan seterusnya.

Film yang disutradarai oleh Greg Olliver dan Wes Orshoski ini justru diawali dengan figur Lemmy sedang asik bermain video game di apartemennya yang sumpek. Kontradiktif dengan citra God of Heavy Metal yang ada di awal paragraf. Justru terpancar sosok yang otentik, ramah, humoris, tapi tetap tidak bisa diremehkan begitu saja. Inilah sebagian karakter Lemmy yang terlihat di film ini.
Sesekali muncul juga teks subtitle di film ini untuk membantu penonton memahami kalimat yang keluar dari mulut Lemmy. Logat British yang kental dengan suara serak dan rada bergetar karena faktor umur, rada sulit dicerna telinga.
Film ini turut dilengkapi juga hasil wawancara dengan (terlalu) banyak musisi lain, seperti Scott Ian, Joan Jett, Nikki Sixx, Kirk Hammett, Dave Grohl, Slash, Henry Rollins, dll. Hingga para mantan personil band lamanya dari Hawkwind, The Rockin’ Vickers, dan rekan kerja saat Lemmy masih menjadi road crew dari Jimi Hendrix.
Mulai dari anekdot tentang celana pendek, cerita saat mabuk, hingga diskusi serius tentang sejarah rock n’ roll. Lemmy adalah inspirasi bagi mereka semua.
Jargon “Live Fast, Die Young” di dunia rock n roll memang cukup keras untuk dijalani. Banyak yang terjerumus hingga menjadi korban. Tapi itu adalah pilihan pribadi dengan segala konsekwensinya. Lemmy pun sering memberikan pernyataan bahwa dia tidak ingin gaya hidupnya menjadi panutan. Dia menjalani hidup sesuai dengan keinginannya tanpa perlu berkompromi dengan orang lain.
Meski durasi beberapa adegan film ini terasa lebih panjang dari seharusnya, tapi masih tetap menarik untuk dilihat bahkan bagi para non-fans dari Motörhead sekalipun. Setidaknya kita mengetahui sesuatu bukan dari Wikipedia, tapi justru dari sang legendanya sendiri.
Add a comment