
Band dari Denmark ini cukup mengejutkan karena cukup jarang ada grup musik yang bisa meraih simpati kedua kubu pendengar musik kritis dan kubu mainstream sejak MEW merilis album Frengers (2003) dan And The Glass Handed Kite (2005).
Kelembutan vokal choir-boy dibalut oleh iringan groove bass, dentingan piano atau synth untuk menebalkan vokal, dan juga kreatifitas aransemen gitar yang cukup njelimet tapi semuanya itu masih dapat dinikmati dalam kesatuan lagu.
Inilah ‘formula’ yang menjadi ciri khas dari MEW. Tidak hanya media seperti Pitchfork yang memuja mereka, bahkan Trent Reznor memilih mereka secara pribadi untuk membuka beberapa tur konser “Wave Goodbye” Nine Inch Nails 2009.
Telinga Anda akan disambut oleh ketukan beat tanggung dan dissonant synth fill-in di intro Track 1 “Introducing Palace Players” kemudian akhirnya menjadi sebuah harmoni dan melodi yang epik dan emosional.
Mereka bahkan menyimpan hook yang paling catchy di lagu tersebut pada saat-saat terakhir dan hanya berlangsung singkat. Cukup jarang dilakukan oleh para hits-maker.
Meski ada godaan yang cukup besar hanya untuk mengulang bagian tersebut tetapi saya lupa untuk mengaktifkan tombol repeat dan playlist lanjut ke Track 2 “Repeaterbeater” yang enerjik. Tak diragukan lagu ini menjadi hits-single dan penonton akan mengumandangkan reffrain-nya di live shows. Durasinya cukup singkat tapi padat.
Instrumental synth & drum machine di Track 3 “Owl” tidak terlalu menempel di kepala saya, tapi cukup mengistirahatkan otak sebelum masuk ke sesi mellow di track 4 dan 5.
Dalam 2 lagu terakhir, terasa peran lirik yang dominan, tapi saya tidak terlalu tertarik dengan liriknya. But all I can say is that the last song “Swimmer’s Chant” is beautiful.
And I’m looking forward to see them perform in a few weeks. Yay!

Add a comment