5 Mei 2008 - Nine Inch Nails (NIN) merilis album The Slip secara gratis via internet sebagai hadiah kepada para fansnya. Album ini juga sebagai tanda berakhirnya proyek NIN hingga waktu yang tidak ditentukan. Trent Reznor melampirkan kalimat: “This one’s on me”.
Trent mengizinkan fansnya untuk bootlegging show NIN dalam format apapun mulai dari handphone hingga HD Camera. Hal yang jarang dilakukan artis dan promotor mainstream.
13 Des 2008 - Lusinan fans NIN merekam show Lights in The Sky di Las Vegas.
![]()
7 Jan 2009 - Secara tidak resmi NIN mengupload lebih dari 400Gb file video dari show di Victoria, Portland, dan Sacramento.
24 Des 2009 - Dari file tersebut, komunitas fans NIN dari berbagai belahan dunia yang terdiri dari video editor, graphic designer, dan web programmer saling bekerja sama untuk merilis serial 3 disc live show NIN secara gratis! Lengkap dengan artwork dan bonus content layaknya seperti rilisan profesional.
Komunitas itu adalah This One Is On Us.
Ini adalah salah satu bentuk interaksi antara band & fans yang cukup sensasional. Meski semangat DIY yang melibatkan kontribusi fans ini sudah pernah dilakukan band-band lain. Tapi setahu saya belum ada yang berhasil melakukannya dengan skala project sebesar ini.
Trent juga memberi komentar dalam akun Twitter miliknya:
Saat tur Lights in The Sky ini adalah formasi NIN favorit-ketiga saya. Andaikan NIN mencapai formasi nomor dua puluh pun pasti akan tetap melumatkan otak. Kembalinya gitaris Robin Finck setelah ‘nyasar’ ke Guns N Roses dan Justin Medal-Johnsen sebagai bassist kawakan dari Beck dapat memberi kontribusi yang berarti.
Kontribusi itu tidak hanya tampil atraktif di panggung, tetapi juga menunjukkan skill multi-instrumental mereka. Jarang terjadi ada instrumen harmonium dan concert-marimba dalam show NIN atau bahkan konser rock manapun.

Jika Rivers Cuomo (Weezer) dijuluki “Geek God of Love”, maka Trent Reznor adalah “Geek God of Hate”. Seluruh aspek NIN dari audio hingga visual sarat teknologi kelas dewa.
Saat rangkaian tur Lights in The Sky, Trent bekerja sama dengan Rob Sheridan dan Moment Factory untuk menciptakan aksi panggung yang interaktif dan sureal.
Moment Factory membuat program agar sang artis dapat memanipulasi visual yang ada di panggung secara real-time melalui interaksi suara, cahaya, dan sensor-gerak. Atau yang mereka sebut sebagai gaming-concept: performer berperan sebagai joystick. Sehingga tiap show NIN akan menampilkan visual yang unik.
Favorit saya adalah visual yang ada di lagu Echoplex yang menampilkan touch-screen drum sequencer dan Only dengan efek seperti lubang dalam noise.
Kali ini tidak ada aksi destruktif karena set panggung mereka yang super-ribet. Akan terlihat konyol jika layar LED yang berlapis-lapis rusak terkena lemparan gitar. Alessandro Cortini juga terlihat kalem. Mungkin sudah bosan beraksi surfing di atas keyboard.
Fokus di tur ini adalah visualnya ketimbang melihat aksi liar para personil NIN. Terbukti pada rangkaian tur berikutnya, set panggung NIN terlihat jauh lebih sederhana tapi chaos.
Add a comment