Vox AC30 turut andil dalam membentuk sound ampli gitar jangly sejak musik pop era British Invasion. Vox merilis AmPlug AC30 sebagai versi ampli mini untuk sarana latihan gitar menggunakan headphone. Tapi saya juga menemukan kegunaan lain dari AmPlug ini.
Sejak akhir tahun ’60an perusahaan Vox banyak mengalami pergantian kepemilikan. Hal ini menyebabkan beberapa produk Vox yang tidak konsisten dalam segi quality-control. Hingga akhirnya Vox dimiliki oleh perusahaan Korg sejak awal ’90an.
Selain membawa kembali tradisi sound ampli Vox yang legendaris, Korg juga berinovasi untuk memuaskan para musisi dari segala kalangan. Untuk mendapatkan sound otentik dari ampli Vox AC30 setidaknya kita harus membayar lebih dari Rp.10 juta. Kemudian Vox merilis versi AmPlug dengan harga jauh lebih murah.

Dari beberapa seri AmPlug yang menarik perhatian saya adalah AmPlug AC30. AmPlug memang lebih ditujukan sebagai ampli portabel yang bisa dipakai untuk latihan ketimbang anda membawa ampli combo dan segala kabelnya. Cukup gunakan headphone atau tambahkan kabel dari iPod ke AUX dari AmPlug untuk jamming dengan lagu favorit.
Desain AmPlug terintegrasi dengan jack yang bisa langsung dihubungkan ke gitar. Menurut saya cukup praktis, tapi perlu ekstra hati-hati karena akan sulit untuk mengganti jack tersebut apabila patah atau bengkok. Material casing terbuat dari plastik dengan logo Vox warna emas yang kinclong dan stiker tekstur grill-cloth khas AC30.
Meski Vox AmPlug adalah produk “Made in Japan”, tapi saya kurang puas dengan bagian penutup baterai terasa kurang solid. Ada kemungkinan tutup baterai mudah hilang.
Tanpa perlu membaca buku manual yang ada dalam kemasannya, saya langsung mencoba AmPlug ini. Untungnya Vox cukup cerdas dengan menyertakan baterai tipe AAA, sehingga alat ini bisa langsung dicoba.
Suara genjrengan pertama di chord E Major langsung membuat saya terkesan. This is nice! Namun perlu diingat juga untuk mendapatkan sound yang optimal selalu gunakan headphone yang berkualitas.
Setelah itu saya coba ulik 3 knob: Gain, Tone, Volume. Responnya terhadap volume gitar juga cukup enak. Kita bisa mendapatkan sound overdrive saat volume gitar atau knob Gain penuh dan sound clean saat volume gitar dikurangi. Suara hiss yang muncul saat volume rada kencang masih cukup normal bagi saya, karena ampli tabung pun tetap ada hiss.
Namun saya merasakan karakter overdrive AmPlug masih mentah. Perlu diproses lagi dan juga ditambah reverb untuk mendapatkan ambience dari ruangan. Tapi mungkin karakter raw ini banyak diminati oleh para musisi genre garage-rock. Menurut saya karakter Vox yang sering kita dengar itu terjadi saat knob Tone di atas angka 7. Mungkin inilah simulasi dari Top Boost. It brings edge to your guitar sound.
Jangan lupa juga untuk menggunakan set senar yang baru. Senar karatan tidak akan memberikan tone jangle meski memakai gitar/pedal/ampli apapun.
Saya sempat menduga bahwa AmPlug ini menggunakan komponen digital seperti halnya Korg Pandora atau pedal multi-effect digital lainnya untuk mendapatkan simulasi karakter sound Vox AC30. Karena sebelum muncul AmPlug ini, setau saya hampir tidak tersedia stompbox analog amp-sim Vox di pasaran.
Mayoritas produsen amp-sim masih lebih fokus pada karakter Marshall atau ampli hi-gain lainnya, seperti halnya Sansamp GT2. Simulasi digital Vox AC30 dari Line6, Korg AX, Boss GT, bahkan VST-plugin pun masih terasa kurang sreg buat saya.

Seperti yang bisa dilihat pada foto circuit board di atas, klaim AmPlug menggunakan sirkuit 100% analog itu terbukti benar. Tidak terlihat chip AD/DA converter atau digital modelling. Hanya saja komponen tipe SMD (Surface Mount Devices) akan lebih sulit untuk melakukan servis dan modifikasi ringan.
Namun ada kemampuan lain dari Vox AmPlug, yaitu digunakan untuk proses rekaman.
AmPlug juga bisa menjadi alat untuk melakukan proses rekaman yang kreatif. AmPlug bisa dihubungkan ke instrumen elektrik dari gitar, bass, synthesizer, bahkan juga sebagai outboard effect dari sistem studio/home-recording anda.
AmPlug juga dapat digunakan dalam rangkaian stompbox anda. Tapi mungkin kurang layak untuk digunakan secara permanen di atas panggung. Lebih aman gunakan AmPlug hanya dalam studio/home recording.
Mungkin bagi kalangan purist, AmPlug belum dapat menggantikan karakter ampli tabung mainstream. Tapi masih bisa digunakan untuk memberikan lapisan tekstur tone yang unik dan kreatif dalam proses mixing lagu anda.
Dari sekian banyak video demo AmPlug AC30 di YouTube, video karya Peter Sadul inilah yang memakai AmPlug AC30 untuk sound gitarnya dalam lagu sungguhan. Brilian!
Bagaimana dengan anda? Mari berbagi pengalaman dan kreatifitas anda memakai AmPlug.
Add a comment
Archived old comments. Please use the new comment form.